Jumat, 04 Mei 2012

motivasi seorang teman





MOTIVASI SEORANG TEMAN


     Di kelulusan  dari SMP menuju ke SMA ini , aku ingin melanjutkan ke sekolahan SMK ternama di dekat daerahku, tapi sayang kedua orang tuaku tidak setuju kalau aku harus melanjutkan  di sekolah pilihanku itu,karena kedua orang tuaku menginginkan ku untuk melanjutkan di sekolah pilihan mereka,dan kedua orang tuaku juga menginginkan ku untuk berada di pesantren ternama di dekat sekolahan pilihan mereka tadi.
Aku merasa sangat terbebani jika aku harus menjadi santri, karena kalau aku  menjadi santri aku pasti akan berpisah dengan teman-teman ku di bangku sekulah ku yang dulu, dan aku juga akan kehilangan kebebasan bila harus menjadi santri.
“Nak, Ayah dan Ibu bermaksud memondokkan mu karena kami inginkan kamu agar lebih mendalami ilmu-ilmu agama dan kamu juga bisa meninggalkan kebiasaanmu yang buruk itu” kata ayah.
Aku sangat keberatan dengan semua perkataan Ayahku tadi, tetapi harus bagaimana lagi aku tidak bisa menolak keinginan kedua orang tua ku itu, aku hanya terdiam meratapi keinginan mereka. “Nak, kami kawatir, jika kamu melanjutkan di sekolah SMK idolamu itu,kami kawatir mengingat kamu yang  sekarang sudah beranjak remaja, kami takut bila nanti kamu salah dalam bergaul dan kamu terjerumus ke dalam hal-hal yang negatif ” kata ibu sambil memelukku.
Karena kelembutan ibu hatiku sempat luluh dan mengikuti keinginannya, walaupun sebenarnya aku sangat terpaksa bila aku harus menjadi santri di  pesantren itu.
Beberapa hari kemudian,,,, saat pendaftaran siswa-siswi baru sudah di buka, dengan sangat terpaksa aku harus mengisi formulir pendaftaran sekolah dan formulir pendaftaran pondok pesantren.
Surat pengumuman penerimaan siswa baru sudah di bagikan, aku sangat berharap aku tidak di terima dalam skolahan itu, tapi semua keinginanku itu kandas karena ternyata aku di terima sekalahan itu.
Hari demi hari telah berlalu, dan kini saatnya aku harus berangkat ke pondok pesntren dan menjalani hari hariku di sana, awalnya aku sangat terpukul dengan semua ini sampai-sampai aku ingin keluar dari pondok pesantren ini, karena aku di sini merasa sendiri tidak punya teman dan kebebasanku juga harus dibatasi. Tidak ada yangku kenal di sana, apakah aku sanggup menjalani semua  ini ,,,????? Hanya keinginan keluar dari pondok pesantren yang ada di fikiranku saat itu.
Ayah.....Ibu......kenapa kalian tega melakukan ini kepadaku!!!!!! Apakah kalian sudah tidak menginginkanku.?????
Hari demi hari berlalu,,, pikiranku tentang pondok pesantren selama ini  semakin berubah, dulu PONPES yang aku anggap sebagai tempatyang membuatku menjadi kesepian dan gundah tanpa teman, ternyata semua itu salah,,, entah karena apa banyak orang-orang yang pengen kenal sama aku dan ingin menjadi sahabatku.
Setelah aku sudah mempunyai banyak teman di sana semua kini terasa berbeda, dulunya aku yang sering menyendiri sekarang aku lebih ceria aku dapat tertawa dan sejenak bisa melupakan kenangan-kenangan indah bersama sahabat-sahabatku yang dulu.
Pada saat aku sedang berbincang-bincang dengan sahabatku yang baru aku ingin bertanya tentang perjalanan hidupnya,
 “ Shobat  aku boleh tanya sama kamu apa tidak” tanya ku kepada sahabatku,
 “Tanya saja jika aku bisa jaawab aku pasti akan menjawabnya” kata sahabatku sambil tersrenyum.
“Apakah kamu dulu sama sepertiku pada saat baru memasuki pesantren di sini ” tanya ku sambil menatap matanya dalam-dalam.
Katanya “Ya aku dulujuga sma sepertimu berat hati harus menerima semuanya,berat hati harus berpisah sama teman-teman ku”.
“Apakah hal yang sangat membebanimu untuk menjadi santri di sini ?” tanyaku .
Mendengar pertanyaanku dia  terlihat sedikit agak murung.
“Hemmm,,,, apa yang kamu rasakan tak seberat apa yang aku rasakan, aku tak tega meninggalkan ibuku yang sudah sendirian, dan aku disini juga harus bekerja sendiri untuk membiayayai sekolahku,karena aku tak tega kalau aku harus bergantung kepada ibuku” jawabnya .
“Oooooooooooooo, kamu di sini ingin berbuat apa saja untuk membanggakan ibumu?????” tanyaku
“aku ingin membanggakan ibuku, dan aku disini juga ingin belajar mandiri,tegar menghadapi cobaan yang menerpa hidupku, apakah kamu engak melihat aku dapat tegar walau dulu aku engak bisa” jawabnya sambil memandangku.
Mendengar cerita sahabatku aku kini ku semakin sadar karena apa yang ku rasa tak seberapa dengan apa yang kini di rasakan oleh sahabatku.
Aku mulai tersadar dan aku mulai bisa tulus dan aku juga harus semangat dan bersungguh-sungguh dalam mencari ilmu. Kamu jugaharus membalas kebaikan orang tuamu yang berjuang mencari uang untuk membayaiku  bersekolah, Aku harus membalas kebiakan mereka kini dan nanti.
Kini aku termotivasi denganprjalanan sahabatku, dan aku sekarang ingin mencoba untuk lebih baik dari yang sebelumnya. Sekarang aku lebih giat belajar,mengaji, dan menaati semua aturan-aturan PONPES dan perkataan dari kedua orang tuanya.
Aku sangat menyesal karena pada saat SMP aku sangat nakal dan tidak membangkang kepada kedua orang tuaku,kini ku ingin berubah menjadi orang yang lebih baik,sopan dan dapat berguna bagi orang lain.
3 tahun telah berlalu dan kelulusan telah menyapa kuhingga ahirnya aku harus meninggalkan pondok dan teman-teman ku, dan aku harus pulang kerumah,dengan ilmu yang bermanfaat, keimanan,kemandirian yang ku dapat dari PONPES, kini aku dapat mewujudkan keinginan kedua orang tuaku dan aku juga dapat membanggakan mereka berdua............
                               *******SEKIAN*******

       



Tidak ada komentar:

Posting Komentar