MOTIVASI
SEORANG TEMAN
Di kelulusan dari SMP menuju ke SMA ini , aku ingin
melanjutkan ke sekolahan SMK ternama di dekat daerahku, tapi sayang kedua orang
tuaku tidak setuju kalau aku harus melanjutkan
di sekolah pilihanku itu,karena kedua orang tuaku menginginkan ku untuk
melanjutkan di sekolah pilihan mereka,dan kedua orang tuaku juga menginginkan
ku untuk berada di pesantren ternama di dekat sekolahan pilihan mereka tadi.
Aku merasa sangat terbebani jika aku harus menjadi santri, karena kalau
aku menjadi santri aku pasti akan
berpisah dengan teman-teman ku di bangku sekulah ku yang dulu, dan aku juga
akan kehilangan kebebasan bila harus menjadi santri.
“Nak, Ayah dan Ibu bermaksud memondokkan mu karena kami inginkan
kamu agar lebih mendalami ilmu-ilmu agama dan kamu juga bisa meninggalkan
kebiasaanmu yang buruk itu” kata ayah.
Aku sangat keberatan dengan semua perkataan Ayahku tadi, tetapi
harus bagaimana lagi aku tidak bisa menolak keinginan kedua orang tua ku itu,
aku hanya terdiam meratapi keinginan mereka. “Nak, kami kawatir, jika kamu
melanjutkan di sekolah SMK idolamu itu,kami kawatir mengingat kamu yang sekarang sudah beranjak remaja, kami takut
bila nanti kamu salah dalam bergaul dan kamu terjerumus ke dalam hal-hal yang
negatif ” kata ibu sambil memelukku.
Karena kelembutan ibu hatiku sempat luluh dan mengikuti
keinginannya, walaupun sebenarnya aku sangat terpaksa bila aku harus menjadi
santri di pesantren itu.
Beberapa hari kemudian,,,, saat pendaftaran siswa-siswi baru sudah
di buka, dengan sangat terpaksa aku harus mengisi formulir pendaftaran sekolah
dan formulir pendaftaran pondok pesantren.
Surat pengumuman penerimaan siswa baru sudah di bagikan, aku sangat
berharap aku tidak di terima dalam skolahan itu, tapi semua keinginanku itu
kandas karena ternyata aku di terima sekalahan itu.
Hari demi hari telah berlalu, dan kini saatnya aku harus berangkat
ke pondok pesntren dan menjalani hari hariku di sana, awalnya aku sangat
terpukul dengan semua ini sampai-sampai aku ingin keluar dari pondok pesantren
ini, karena aku di sini merasa sendiri tidak punya teman dan kebebasanku juga
harus dibatasi. Tidak ada yangku kenal di sana, apakah aku sanggup menjalani
semua ini ,,,????? Hanya keinginan
keluar dari pondok pesantren yang ada di fikiranku saat itu.
Ayah.....Ibu......kenapa kalian tega melakukan ini kepadaku!!!!!!
Apakah kalian sudah tidak menginginkanku.?????
Hari demi hari berlalu,,, pikiranku tentang pondok pesantren selama
ini semakin berubah, dulu PONPES yang
aku anggap sebagai tempatyang membuatku menjadi kesepian dan gundah tanpa
teman, ternyata semua itu salah,,, entah karena apa banyak orang-orang yang pengen
kenal sama aku dan ingin menjadi sahabatku.
Setelah aku sudah mempunyai banyak teman di sana semua kini terasa
berbeda, dulunya aku yang sering menyendiri sekarang aku lebih ceria aku dapat
tertawa dan sejenak bisa melupakan kenangan-kenangan indah bersama
sahabat-sahabatku yang dulu.
Pada saat aku sedang berbincang-bincang dengan sahabatku yang baru
aku ingin bertanya tentang perjalanan hidupnya,
“ Shobat aku boleh tanya sama kamu apa tidak” tanya ku
kepada sahabatku,
“Tanya saja jika aku bisa
jaawab aku pasti akan menjawabnya” kata sahabatku sambil tersrenyum.
“Apakah kamu dulu sama sepertiku pada saat baru memasuki pesantren
di sini ” tanya ku sambil menatap matanya dalam-dalam.
Katanya “Ya aku dulujuga sma sepertimu berat hati harus menerima
semuanya,berat hati harus berpisah sama teman-teman ku”.
“Apakah hal yang sangat membebanimu untuk menjadi santri di sini ?”
tanyaku .
Mendengar pertanyaanku dia
terlihat sedikit agak murung.
“Hemmm,,,, apa yang kamu rasakan tak seberat apa yang aku rasakan,
aku tak tega meninggalkan ibuku yang sudah sendirian, dan aku disini juga harus
bekerja sendiri untuk membiayayai sekolahku,karena aku tak tega kalau aku harus
bergantung kepada ibuku” jawabnya .
“Oooooooooooooo, kamu di sini ingin berbuat apa saja untuk
membanggakan ibumu?????” tanyaku
“aku ingin membanggakan ibuku, dan aku disini juga ingin belajar
mandiri,tegar menghadapi cobaan yang menerpa hidupku, apakah kamu engak melihat
aku dapat tegar walau dulu aku engak bisa” jawabnya sambil memandangku.
Mendengar cerita sahabatku aku kini ku semakin sadar karena apa
yang ku rasa tak seberapa dengan apa yang kini di rasakan oleh sahabatku.
Aku mulai tersadar dan aku mulai bisa tulus dan aku juga harus
semangat dan bersungguh-sungguh dalam mencari ilmu. Kamu jugaharus membalas
kebaikan orang tuamu yang berjuang mencari uang untuk membayaiku bersekolah, Aku harus membalas kebiakan
mereka kini dan nanti.
Kini aku termotivasi denganprjalanan sahabatku, dan aku sekarang
ingin mencoba untuk lebih baik dari yang sebelumnya. Sekarang aku lebih giat
belajar,mengaji, dan menaati semua aturan-aturan PONPES dan perkataan dari
kedua orang tuanya.
Aku sangat menyesal karena pada saat SMP aku sangat nakal dan tidak
membangkang kepada kedua orang tuaku,kini ku ingin berubah menjadi orang yang
lebih baik,sopan dan dapat berguna bagi orang lain.
3 tahun telah berlalu dan kelulusan telah menyapa kuhingga ahirnya
aku harus meninggalkan pondok dan teman-teman ku, dan aku harus pulang
kerumah,dengan ilmu yang bermanfaat, keimanan,kemandirian yang ku dapat dari
PONPES, kini aku dapat mewujudkan keinginan kedua orang tuaku dan aku juga
dapat membanggakan mereka berdua............
*******SEKIAN*******